Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Wednesday, 31 October 2018

Kehidupan Pekerja

Banyak sekali hal baru yang terjadi setelah bekerja, apakah kehidupanku setelah bekerja sama dengan kalian? Simak ceritanya di bawah ya.

Kehidupanku setelah bekerja (tamat)
Penulis: CANDLA WIBAWA

Hai teman-teman, perkenalkan namaku Ryandra Putra, usiaku 18 tahun, aku lulusan SMK tahun 2017. Aku bekerja di salah satu Perusahaan (atau bisa disebut pabrik) di Cimahi, Jawa Barat. Ini ceritaku tentang Kehidupan para pekerja, aku tidak menyudutkan yang belum mendapatkan pekerjaan karena aku juga merasakan gimana susahnya dulu cari kerja, jadi tetap semangat ya! Percayalah esok, kamu akan merasakan betapa indahnya rencana Tuhan.
"selamat kalian semua lulus dan bisa mulai bekerja pada esok hari, sebelumnya saya akan membagikan wilayah kerja kalian" begitu kata tim rekrut di pabrik tersebut. Ya, Alhamdulillah aku baru saja diterima kerja di salah satu pabrik di Cimahi, saat itu hari Kamis, 09 Maret 2018 dan cuaca sangat mendukung sekali, sangat cerah berbeda pada waktu ditesnya saat itu mendung dan pas pulang itu gerimis. Setelah pengumuman itu, aku mendapatkan informasi bahwa aku ditempatkan di wilayah Cabang 2 bersama dengan dua temanku yang lainnya yaitu Alfianto Wardi (Alfi) dan Indra Joseph (Indra). Setelah pembagian wilayah kerja kami pun disuruh untuk mensurvei tempat kerja kami agar besok pas hari pertama kami tidak terlambat atau kesasar. Kami pun (aku, Indra dan Alfi) berangkat untuk mensurvei, menaiki motor Indra aku nebeng kepadanya, soalnya aku belum punya motor saat itu. Saat itu kira-kira pukul 10.00 kami mensurvei, awalnya kami salah tempat kami malah menemui Cabang 1, tapi pas ditanya kepada pak satpam di sana, kami pun menuju Cabang 2 dengan berbalik arah, dan akhirnya ketemu. "Gerbangnya jelek sekali" kataku dalam hati. Saat aku menghampiri gerbang itu, tiba-tiba ada pak satpam keluar "ada apa dek?" . "oh ini pak, kami mau bertanya apa benar ini PT GSSJ LG 2?" kataku. "iya benar ada apa dek?" . "oh tidak, kami hanya sedang mensurvei karena besok adalah hari pertama kami bekerja" . "oh baiklah kalau begitu" Kata pak satpam sambil mengangguk. Setelah selesai, kami pun  pamit pergi untuk pulang. Di jalan kami (aku dan Indra) ngobrol ini itu, alamat rumah kami juga, hingga pada akhirnya aku mau diajak ke rumahnya, tapi aku bukan ke jalan sana jurusannya kataku, akhirnya aku pun diturunkan di pertigaan. Sebenarnya aku sejalan pulang dengan Alfi, tapi karena tidak tahu dia sudah pulang duluan, dan terpaksa aku harus naik angkot. Sedikit lama menunggu angkot hingga aku ikut sholat di mesjid daerah sana. Kira-kira mungkin pukul 12.00 aku mendapatkan angkot dan langsung pulang. Hari itu cuacanya sangat terik, aku sampai kegerahan di dalam angkot hingga sampai rumah pun aku langsung mandi, dan beristirahat bersipa-siap untuk kerja esok.
"drrrrttt... Drrrrtttt.. Drrrrtttt" Pukul 04.35. Aku terbangun oleh suara Alarm ponselku. Aku langsung bergegas ke kamar mandi dan langsung wudhu untuk sholat subuh, hawa dingin saat itu. Setelah selesai sholat, aku keluar mencari warung semoga sudah ada yang buka, dan langsung sarapan, di sela-sela sarapan aku menghubungi Alfi dan Indra ku katakan "aku kira kita harus lebih pagi sampai ke pabriknya, soalnya kita kan mau membuat absen (dengan sidik jari)". Setelah kira-kira pukul 05.45 aku mandi dan bergegas pergi ke sana menggunakan angkot, padahal kami diharuskan masuk pukul 08.00 tapi kenapa aku berangkat pukul 06.00? Karena jalanan macet di sana, apalagi aku menggunakan angkot uh sudah pasti bakal terlambat ini mah.
Singkat cerita aku nyampe di pabrik, tapi ternyata ada yang lebih dulu, Alfi heheh ku kira aku yang bakal pertama nyampe. Setelah aku sampi di sana, kemudian di susul oleh Indra dan kami mengobrol. Dari dalam, aku lihat pak satpam memperhatukan kami, menyadari kami berada di luar, kami akhirnya dipanggil masuk oleh pak satpam, dan di suruh menunggu di dalam saja. Begitu Kami masuk wilayah gerbang pertama "waaaaawwww.. Besar, keren, bersih sekali tempat ini, ditambah asri lagi karena banyak pepohonan" begitu kataku, cuaca juga mendukung, agak mendung saat itu, dingin juga hehe, ada pekerja yang lalu lalang, mobil-mobil truk yang terparkir. Kami Menunggu agak lama di dalam dan akhirnya kami dipaggil, kami masuk dan kami makin tercengang karena besar dan sibuknya pabrik ini, banyak kendaraan besar yang masuk dan keluar juga banyaknya motor para pekerja di parkiran, "keren banget ini pabrik" kataku dalam hati, kami dipersilahkan untuk menyimpan barang kami di loker oleh pak satpam. Setelah itu kami menemui HRD dan mulailah pembuatan Absen itu, sekalian kami juga diberitahukan lagi tentang peraturan dan keselamatan kerja juga. Pukul 09.30 kami mulai masuk ke dalam pabrik, singkat cerita aku ditempatkan di bagian OP (Operator Produksi) bagian bawah, Indra OP bagian atas, dan Alfi bagian Administrasi. Hari pertama kerja baik-baik saja, para senior baik, tapi aku malu dan agak canggung dengan mereka.. Yah maklum ini hari pertama kerjakan. Di bagian bawah itu ada banyak sekali posisi, aku posisi pembuatan per/ pegas (maaf karena privasi jadi aku tidak menyebutkan pabrik ini produksi barang apa).
Pukul 14.00 ada pergantian shift, akhirnya aku bertemu dengan senior baru lagi, tapi tak apa lebih banyak kenalan lebih baik, jujur aku agak takut karena mungkin saja mereka galak. Shift yang baru itu adalah shift A, saat itu senior yang mengajarkanku seumuran denganku dia baik juga ramah hingga aku tak merasa sudah pukul 16 WIB, setelah mengetahui pukul 16, aku pamitan dan langsung ijin pulang, karena aku memang pulang pukul 16 saat belum masuk shift, aku keluar dan mengabsen pulang dan menuju loker kemudian pulang naik angkot. Setelah sampai rumah aku beristirahat sejenak kemudian mandi lalu keluar mencari makanan setelah semuanya selesai aku lakukan, termasuk makan aku kemudian beristirahat lagi sambil menonton tv dan mengobrol dengan teman seangkatanku melalui aplikasi chat, menanyakan bagaimana hari pertama mereka, dan mereka menjawab hampir sama yaitu "baik-baik saja".
Hari-hari pun berlalu, aku/ kami bekerja seperti biasanya memulai hari seperti biasanya juga. Tapi sikap para senior mulai berbeda ada yang dari awal ramah tapi jadi cuek beitupun sebaliknya, ada yang tetap cuek, ada yang tetap ramah, dengan terjadinya hal seperti itu, aku merasa agak lebih canggung, malu karena sering kena marah terus. Fuh~
Setelah 2 minggu bekerja di sana, aku mendapat kabar buruk tentang Indra, dia sudah tidak ada lagi di sana, maksudnya dia sudah mengundurkan diri bekerja di pabrik ini, awalnya aku tidak tahu apa alasannya hingga aku ditanya oleh kepala pabrik pun aku tidak menjawab karena tidak tahu, namun akhir-akhir ini aku tahu bahwa "pengunduran diri"-nya itu disebabkan oleh rasa sakit yang dia rasakan ketika dia bekerja di sana, pasalnya dia bekerja di bagian yang lumayan berat, awalnya dia bisa menahan rasa sakit, tapi lama kelamaan rasa sakitnya makin parah dan akhirnya tidak masuk selama 5 hari lebih, jadinya dia mengundurkan diri dan meninggalkan kami, kini hanya aku dan Alfi yang ada di sana. Setelah kejadian itu waktu terus berlalu hingga suatu hari sebelum kami masuk kerja, kami (aku dan Alfi) sempat mengobrol dan berbincang tentang pengunduran diri seperti Indra, Alfi menjelaskan kenapa dia berniat seperti itu, aku bisa memahaminya karena aku pun pasti melakukan pengunduran diri jika hal itu terjadi padaku, pembicaraan kami berakhir di jalan buntu, setelah bertukar pendapat itu kami saling terdiam, lalu kemudian aku mengajak dia untuk masuk kerja.
Beberapa hari setelah itu atau tepatnya setelah satu bulan aku bekerja di sana, hari itu hari sabtu aku dipaggil oleh kepala pabrik dan diinformasikan bahwa aku dipindahkan ke bagian atas dan mulai masuk shift, ke Shift A. Aku merasa senang sekali karena aku sudah masuk shift. Sesuatu yang baru mulai ku alami lagi, dimulai dari kerja malam yaitu masuk pukul 22.00 kerja pagi masuk pukul 05.30 kerja siang masuk pukul 14.00, rekan kerjaku dan keluarga tetapku, Shift A. Shift A ini, orangnya baik-baik dan sangat ramah, hangat, mudah akrab, dan humoris, aku tambah senang akan hal itu, tapi... rasa senang itu tak berlangsung lama ketika seniorku mulai sering marah terhadapku, karena kinerjaku yang buruk dan lama aku tidak apa akan hal itu, karena dia ingin aku menjadi lebih baik kan? Hanya saja, caranya dia mengasingkan ku sangat terlihat, tapi terobati dengan senior yang selalu menghiburku. Dengan kejadian itu aku menjadi berfikir bagaimana caranya agar aku bisa secepat dan sebagus senior sekaligus rekan kerjaku ini. Tiap hari aku belajar (bekerja lebih keras) hingga aku demam karena terlalu keras hahahah, tapi aku tidak mau itu menjadi alasanku untuk berhenti, karena itu memang tekadku sendiri. Semakin lama aku semakin paham, aku semakin peka apa yang dia maksudkan hingga aku mendapatkan pujian pertama darinya "kamu hebat" kata rekan kerjaku ini, "kamu bahkan bisa menyusulku" tambahnya. Aku sangat senang sekali karena aku sedikit lebih baik dari pada saat awal. Tapi aku tidak terlalu puas dulu, takutnya aku malah menjadi lemah lagi.
Sutu hari, Ketika itu kami (Shift A) sedang kerja pagi, aku yang telah lama tidak bertemu dengan Alfi, karena jam kerja kami sudah berbeda, akhirnya kami dapat bertemu lagi, di kantin. Dia menanyakan kepadaku "lu kemana aja, kirain udah ngundurin diri lu! Gak keliatan udah dua minggu!" kata dia agak sedikit marah. "aku udah masuk shift Al, jam kerja kita jadi beda, maaf gak ngasih tau sebelumnya". "Euh gapapa" kata Alfi. "eh Alfi mau makan atau udah makan?" tanyaku. "gua udah makan, ini mau ngerokok" jawabnya. "oh ya udah kalo gitu aku makan dulu ya". "oke sip" katanya. Aku senang dia masih ada di sini. Setelah pertemuan itu, aku jadi jarang melihatnya lagi, kita juga kan sudah beda jam kerja, terus tempat kerjanya juga beda jadi jarang ketemu, tapi ada lah sekali dua kali dia mampir ke atas untuk memberikan berkas kepada staff di atas sehingga kami masih bisa saling bersahutan.
Di shift pagi selanjutnya (2 minggu setelah itu), aku bekerja seperti biasa dengan senior rekan kerjaku itu, tapi situasinya sekarang telah beda kami sekarang agak sedikit akrab. Tapi tahu tidak? Akibat dari kedekatan kami, aku merasa agak jijik maksudku kan aku sudah terbiasa dengan sifat galaknya tapi dia malah menjadi baik kan agak aneh ya?😅 tapi aku sangat bersyukur dia telah menganggapku ada. Kadang-kadang,  kami juga berlomba siapa yang lebih cepat duluan.
Di hari itu, cuaca agak mendung, aku melihat lagi temanku, Alfi, namun sekarang dia bersama dengan Indra, tentu saja aku kaget, dia mau ngapain? Apa mau masuk lagi kah? Indra melambaikan tangannya kepadaku. Alfi hanya melihatku dan tersenyum, kutanya kepada Alfi dengan isyarat mulutku saja, "kenapa?" kataku, "keluar" kata Alfi (dia juga menggunakan bahasa Isyarat mulut). Aku bingung~ hah? maksudnya apaan sih "apa? Aku gak ngerti" aku bertanya lagi "mau keluar, mau ngundurin diri" setelah kata itu keluar kini aku paham maksudnya. Aku terkejut dan keheranan "hah? Beneran dia mau ngundurin diri? Ah gimana ini kalo aku ke sana aku akan dimarahi, kalo aku tidak ke sana aku akan keheranan" pikirku dalam hati. kenapa dia benar-benar melakukan itu, aku tidak terlalu fokus kepada mereka karena banyak yang harus aku kerjakan saat itu, aku hanya melihat mereka pergi setelah meminta tanda tangan dari kepala pabrik. Aku hanya melihat anggukan mereka yang mengibaratkan "selamat tinggal" dan aku membalas dengan anggukan pula dengan ekspresi sedihku. Aku benar-benar sangat sedih hingga saat ini juga, namanya juga teman segenerasi, teman seperjuangan, teman yang sudah kuanggap sebagai saudara sendiri melihatnya pergi tentu sedih, apalagi kami (aku dan Alfi) pernah berjanji untuk pergi ke Alun-alun Bandung pada saat malam hari setelah gajian. Tapi tak bisa menepati janji, Membayangkan kita tidak akan pernah bertemu lagi dengannya, satu pabrik saja sudah sulit bertemu apalagi ini sudah berpisah, dan tidak tahu ada di mana sekarang masing-masing dari kami. Akhirnya aku kehilangan lagi temanku, dan tinggal sendirian di pabrik ini, yang pada awalnya kami selalu saling menunggu, akhirnya harus saling berpisah. Terima kasih temanku, kalian akan selalu aku ingat. Seharian itu aku terus terpikirkan mereka. Hingga pulang, aku mampir ke pos satpam (karena hujan besar sekali) dan bertanya kepada pak satpam "pak tadi ada yang pulang duluan karena mengundurkan diri ya pak?" tanyaku. "iya, si Alfi sama Indra" jawab beliau. "mereka itu temanku pak😩, sedih ya ketika kita masuk kesini bersama tapi keluar di waktu berbeda" curhatanku. "iya Ryan.. Gapapa itu mereka telah memilih jalan mereka sendiri" kata beliau. Aku hanya mengangguk saja.
"drrrrrssssshhhhhh..." Hujan masih turun deras sekali, tapi aku tetap ingin pulang dan cepat beristirahat karena sangat capek, akhirnya aku berlari saja menembus hujan lalu menunggu angkot di tempat teduh. Setelah kira-kira pukul 14.30 aku mendapatkan angkot dan bergegas pulang. Sesampainya di rumah aku langsung mandi kemudian istirahat. Sambil istirahat aku mencoba menghubungi mereka, tapi mereka tidak ada balasan hingga hari esok dan esoknya lagi. Bahkan setelah seminggu kemudian aku chat pun dia tidak membalasnya, hanya membacanya saja.
Hari-hariku berlalu begitu saja, semakin lama semakin lupa, dan aku semakin kuat (mental) agar tidak terlalu memikirkan kejadian saat itu. Aku juga menemukan hal baru, peraturan baru, orang baru dan ilmu lainnya. Hubunganku dengan temanku itu tidak akrab lagi, aku pernah menyapanya lagi di aplikasi chat, dia tidak menjawabku, dia hanya membacanya ya sudahlah mungkin dia memang sudah lupa aku, dan sejak saat itu aku tidak lagi bertukar kabar dengan mereka.
Aku mulai menikmati bekerja di sini, orang-orang shift lain pun sekarang sudah banyak yang menjadi temanku. Meski tidak seakrab temanku (Alfi dan Indra) itu.
Di pekerjaan ini, meskipun aku kadang menemukan masalah, menemui rintangan aku akan tetap berusaha keras, demi masa depanku! Meski kadang berpikir untuk berhenti itu selalu ada karena tersiksa oleh jam kerja yang wuuuhhh😅
Setelah bekerja aku makin manja lho, maksudku manja karena harus tidur cukup tidak boleh bergadang lagi, jadi tidak ada alasan orang lain marah karena jam tidurku yang aneh itu.
Uuhhh Jadi kangen waktu sekolah, hargai waktu ya!
Temanku T (Alfi) dan J (Indra) hai, semoga kalian membaca cerita ini.

Tamat~

Begini lah ceritaku teman, kehidupan pekerja tidaklah seindah yang kalian bayangkan, ya memang hari gajian adalah saat ditunggu tapi hari libur lebih kami harapkan hahah, selagi kalian masih  sekolah, selagi kalian mencari pekerjaan enjoy saja tapi carilah dengan serius, karena setelah bekerja kalian akan merindukan saat waktu luang itu lho, apalagi saat moment ramadhan aku sangat iri sekali ketika ada seseorang yang pulang kerja itu pulang kerumahnya ada Ibu, Ayah pasti sangat bahagia. Pesan dari cerita ini, tetap berteman, hargai pertemanan, nikmati waktu, jalani hidup apa adanya, berusaha keraslah! Tapi jangan sampai mati.

Maaf ya jika ceritanya agak enggak nyambung. Sambungin aja deh hehe.

Baca juga hal lainnya di blog ini ya.😆
Jika ada yang ingin bercerita, bisa di email saja, juga di:
Facebook Candla Wibawa
Line candlawibawa
Ig candlawibawa
Twitter candlawib

Jangan lupa juga lihat kanal Youtubeku ya di CANDLA WIBAWA

Terima kasih💙

Kehidupanku setelaj bekerja Tamat.

KAPAN? - Bagian Keempat

Judul: KAPAN? - Bagian Keempat
Penulis: CANDLA WIBAWA
Tanda: KAPAN - Bagian Ketiga

Aku senang memilikinya karena dari dulu aku ingin punya android untuk bisa BBMan bareng teman kelas, dan ketika sudah ada aku sangat bersyukur karena salah satu hal yang sangat aku ingin lakukan dengan teman kelas telah terkabul hehe.
Setelah sedang itu kami sekolah seperti biasanya, belajar, bersenang-senang, tertawa bersama, hingga UAS5 pun tiba begitupun dengan libur UAS5. Oh iya aku dikabarkan ranking dua Se-SMK 1 syukurlah alhamdulillah.
Saat libur UAS5 sekalian tahun baru 2017 aku dihubungi oleh senior ku saat aku prakerin kemarin katanya "ulin kadieu sambil bantuan didieu - Dut main ke sini sambil bantu-bantu di sini" begitu katanya. Tapi aku rasa aku tidak mau karena aku ingin bantu-bantu ibu bapak di sini, akhirnya aku tolak. Tiba-tiba aku mendapat kabar dan tentu saja aku terkejut karena katanya sih saat libur tahun baru 2017 itu, mereka pergi ke pantai. Ah padahal aku sangat ingin sekali pergi ke pantai. Aku baru sekali dan itu juga karena ada Pameran Teknologi di Pangandaran, itu pertama kalinya tapi syukurlah karena itu gratis jadi semuanya ditanggung oleh pihak sekolah hahaha. Oh iya, berangkat ke Pangandaran itu saat hari ketiga setelah sidang atau hari rabu, yah.. semoga kedepannya masih ada kesempatan untuk ke pantai amin.
Akhir liburan tahun baru pun tiba, aku juga teman-teman kembali bersekolah kami belajar seperti biasanya, ada satu hal yang selalu teringat ketika belajar di bengkel, si anak baru itu selalu saja memelukku dari belakang bahkan bukan dia saja, Aditya juga, Anton juga astaga tapi aku biarkan karena kami kan teman kelas, aku pikir bahwa itu tandanya kami sangat akrab satu sama lain, ditambah aku harus menikmati waktu itu, karena itu adalah tahun terakhir kami bersama. Pada tahun akhir ini aku ingin banyak membuat kenangan dengan teman kelas, tertawa bersama bahkan foto bersama, ya karena saat tahun pertama dan tahun kedua aku tidak ada foto sekalipun dengan mereka "aku harus ada kenangan dengan teman kelas di akhir ini" begitu kataku. Lalu kemudian "aku ingin berfoto dengan kamu hanya berdua atau 2 shoot (itu adalah cara fans JKT48 berbicara) hehehe" itu yang kukatakan kepada setiap orang di kelas lalu mereka pun bilang "heeh hayu engke urang foto duaan bareng - iya iya lakukan, nanti kita foto berdua bareng ya" tapi nyatanya foto itu tidak pernah terjadi, aku sedih tapi aku tidak menyerah sampai situ "baiklah ku kira aku harus memberikan kenangan kepada mereka" kataku dalam lamunan ku. Aku lalu membeli HVS terus menuliskan kata-kata "sebentar lagi kita akan berpisah ya, UN, Kelulusan, Upacara Perpisahan, semuanya akan datang berturut-turut. Aku hanya ingin mempunyai kenangan dari kalian dan memberikan kenangan untuk kalian, jadi aku menulis surat ini "terima kasih telah ada dalam hidupku selama 3 tahun ini, maaf karena aku tidak bersikap baik kepada kalian dan terima kasih atas kebahagiaan, candaan, lawakan, yang telah kalian berikan padaku. Aku jadi mengerti arti pertemanan berkat kalian dan karena itu juga, aku jadi tidak ingin berpisah dengan kalian. Tapi kita harus tetap menjalani hidup ini kan? Kita juga akan mengepakkan sayap masing-masing, berjalan di jalan masing-masing, tapi meskipun begitu... kita tetap berada di langit yang sama kan? hehe. Saat ini aku hanya bisa tertawa mengejek diriku sendiri, karena tahun pertama dan kedua sangat buruk bagiku mengingat kurang bersahabat nya aku saat itu. Maaf dan terima kasih. Kalian akan selalu ada di dalam kenanganku, aku harap aku juga bisa selalu ada dalam kenangan kalian. Bisa bertemu kalian adalah hal terindah dalam masa mudaku, terima kasih, maaf, dan sampai jumpa kembali"" begitulah kira-kira. Tapi pada akhirnya aku tidak mengirimkan hal terakhir itu, aku malu masa laki-laki bersikap seperti itu! lebay padahal aku menuliskan 4 sampai lima lembar kata-kata seperti itu untuk diberikan pada teman terdekat ku, ya mungkin kalau masih ada suratnya aku berjanji akan memberikan itu suatu saat nanti. Selain itu aku juga membuat video tapi lagu latar belakangnya SKE48 - mae no meri, ya tentu saja teman-teman ada tidak suka, tapi meskipun begitu banyak juga yang memintanya.
Setelah beberapa minggu dengan jam tambahan untuk UN akhirnya salah satu dari hal yang berturut-turut pun tiba, yaitu UN. "Kalian adalah angkatan pertama dan generasi pertama yang melaksanakan UN ini" kata pak kepala sekolah, pasalnya ini adalah UN yang berbasis komputer atau UNBK, (ya sebenarnya biasa saja sih kalau menurutku hehehe) dan sekolah kami itu termasuk satu-satunya sekolah yang melaksanakan UNBK di daerah kami. SMAN 3 atau tempat Belia sekolah, SMA PGRI, MAN 1, mereka tidak melaksanakan UNBK, termasuk SMA, SMK, MA daerah kota juga sedikit yang melaksanakan UNBK. UNBK dilaksanakan 4 hari. Sedihnya kami beda kelas saat itu, dari Abimanyu sampai Awalludin (absen nomor 9) berada di ruang 01, dari Candra Wibawa (aku, absen nomor 10) sampai Tika berada di ruang 02, dan satu-satunya teman kelas kami yaitu Wanda Sera, dia jam sore atau shift tiga yaitu dimulai pukul 14.00 dia di ruang 01. Ya, kami terpecah, sangat menyedihkan bagiku. Saat sedang UNBK kami enjoy melaksankannya, semuanya berjalan lancar hingga hari keempat, hari terakhir, ini adalah hal paling berat karena entah kapan kami bertemu lagi di hari yang tidak efektif setelah UN. Di hari terakhir ini aku melihat waktu di monitor tinggal 20 menit lagi, aku sedih berkaca-kaca karena 20 menit terakhir bersama teman-teman, "astaga sedih sekali" kataku, aku pun mengobrol dengan Dede Mamay, salah satu teman baikku. Mengobrol di saat terakhir. Kami mengobrol ngelantur ke sana kemari, saking sedihnya aku hanya bisa membendung air mataku ini dengan kelopak mataku "jangan jatuh, kumohon jangan jatuh" aku berkata seperti itu dalam hatiku. Ketika ku rasa kelopak mata ini tidak kuat membendung lagi, aku berpura-pura menguap sehingga air mata pun jatuh, setidaknya itu tidak membuatku terlihat cengeng di depan temanku itu. Saat aku berbincang dengan Mamay, terus ada temanku yang lain yang mengajak berbincang si Mamay ini, aku pun berhenti dan memandang ke seluruh temanku, perasaan sedih, ingin menangis, wajah memanas, itulah yang kurasakan saat itu. Aku ingin sekali waktu berhenti, aku ingin lebih lama bersama teman kelasku aku ingin kembali bercanda, tertawa, membayangkan esok tetap bertemu, tetap nongkrong, tetap menulis, menyimak, berisik, di dalam kelas, itu membuatku semakin bersedih pada saat 20 menit terakhir itu. Aku terus memperhatikan waktu yang ada di monitor berharap waktu agar lebih lama kalau terus diperhatikan, tinggal 10 menit lagi, tapi "silahkan logout kalau kalian telah selesai mengerjakan soal tersebut" pemberitahuan dari pengawas UN, ya tentu saja semuanya bergegas logout dan berdoa, lalu berpamitan.
Di hari terakhir waktu itu, aku ingin pulang bersama teman-temanku memandang wajah-wajah mereka untuk disimpan di memoriku sampai hari kelulusan tiba. Anehnya, lebih kebetulan sih, aku berpapasan dengan Wanda Sera, adanya kesempatan itu aku pun bersalaman dan berkata "semangat yah semoga lancar" dia pun mengangguk dan menuju ruangannya. Aku pun tak lupa memandang wajahnya untuk kusimpan di memoriku bersama teman kelas yang lain.
Beberapa hari kemudian atau mungkin dua minggu kemudian, hari kelulusan pun tiba, Ya Tuhan, aku sangat sedih. Tanggal 02 Mei 2017, kami akan segera lulus. Teman kelas 97% mengikuti "Konvoi" kelulusan, aku yang datang pagi-pagi sekali merasa kecewa, aku kira kami akan bertemu dan membuat kenangan, tertawa, bercanda, tapi hanya ada aku di sekolah ada juga yang belum berangkat dari rumahnya dan dengan alasan lainnya, Akhirnya akupun berkeliling di sekolah melihat tempat-tempat, ruang kelas yang sering kami gunakan berkumpul, melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada saat itu. Ketika aku di lantai dua di ruang (mungkin ruang) 12, mengingat 3 tahun kebelakang seperti ada film di hadapanku, teman-teman berkumpul, berisik, menyimak, menulis, belajar, saling mencontek sedang terjadi di hadapanku, aku hanya tersenyum, bersedih ketika melamunkan hal itu. Lamunan yang terkoneksi dengan kenangan yang direkam oleh mataku. Aku sangat berharap dapat melakukan berbagai hal tersebut dengan teman kelasku ini, suatu saat nanti.
Cuaca mendung saat itu, Jam menunjukkan pukul 12.00 kelulusan pun belum dimulai, teman sekelas lumayan banyak berdatangan tapi pergi lagi karena tahu kelulusan nanti pukul 17.00. kurasa mukaku mulai kusam, berminyak, rambut sudah kering seperti tidak keramas tiga hari haha.
Agak sore, dan teman-teman mulai berdatangan, Kelulusan pun dimulai kira-kira waktu itu pukul 17.00, kata sambutan dari bapak YPK SANTANA, juga kepala sekolah mengawali hari kelulusan kami, eh mungkin sore kelulusan kami hehehe. Pembagian surat kelulusan kami dibagikan oleh Pak Fahmi, beliau adalah Guru Prakarya kami saat kelas 10. Di hari penting begitu juga ada saja yang telat menerima surat kelulusan mereka, padahal kukira kami dapat bersama-sama, komplit juga, setelah selesai pembagian kami pun pulang entah apa yang terjadi setelah itu aku lupa lagi hehehe.

~~BERSAMBUNG~~
Bagaimana? Maaf karena banyak salah huruf, ceritanya membosankan, bahasanya juga ada yang formal dan informal. Tatabahasanya juga acak-acakan. Jadi mohon maaf ya. Alur cerita, penggunaan katanya juga masih sangat buruk. Mohon pendapatnya, silahkan dikomentar kalau berkenan.☺
Terimakasih dan Mohon maaf. Sampai jumpa kapan pun ya.

SELANJUTNYA:
KAPAN? - Bagian 5
MASA LALU - Bagian 5

PERHATIAN! Ini hanya cerita fiktif belaka, hanya saja saya menamakan para tokoh dengan orang-orang nyata yang ada di kehidupan saya agar saya lebih mudah menceritakannya. Terima kasih atas perhatiannya.

Thursday, 25 October 2018

KAPAN - Bagian ketiga

Judul: KAPAN? - Bagian 3
Penulis: CANDLA WIBAWA
Tanda: KAPAN - Bagian 2

Setelah Isya, aku pun pamit "terimakasih dan mohon maafkan Saya, karena Saya selalu merepotkan kalian semua". "Heeh, sami-sami, ati-atinya Dut. - iya sama-sama Dut, hati-hati ya." akupun bersalaman dan bergegas keluar hingga “Dut, kéla dagoan urang anterkeun ku urang - Dut, tunggu bentar biar gua anterin” kata salah satu seniorku (senior paling muda) Aku tentu menolaknya, aku tidak mau merepotkan dan tidak ingin perpisahan ini menjadi semakin menyedihkan. Tapi yah.. Namanya juga senior aku pun dipaksa naik dan diantarkan sampai depan gang rumah kakakku. Aku akhirnya berpamitan, bersalaman, minta maaf kepada dia karena selalu tidak sopan dan selalu merepotkannya, dan dalam hati pun aku berharap aku dapat bertemu lagi dengannya suatu saat nanti. -Prakerin Selesai- Prakerin telah selesai, sesuatu yang awalnya aku tidak suka dan aku takutkan, pada akhirnya aku malah bersedih karena ini berakhir, yang aku sedihkan itu kenangan kebaikan Pembimbing dan para seniorku. Tentang kepulanganku aku berbohong yang awalnya bilang akan pulang hari Sabtu 30 September 2016, sebenarnya sih memang akan pulang pada tanggal itu, tapi kakak-kakakku memaksaku untuk pulang hari minggu. Sialan!. Esok harinya aku pulang dengan banyaknya barang bawaan (makanan) untuk orang tuaku dari mereka. Aku pulang naik kereta, pukul 15.00 WIB kereta sudah berangkat waktu itu. Menuju stasiun kereta aku naik angkot, di dalam angkot aku menelepon temanku Belia (Belia Desyana Nursesa). “Hai lagi ngapain?” kataku, Belia pun menjawab “Cacan di mana? Kapan pulang?” awalnya aku akan menjawab masih lama, tapi karena aku tidak ingin hal itu menjadi kenyataan (ucapan adalah do’a) aku pun menjawab bahwa aku malam ini pulang dan berniat untuk mampir dulu ke rumahnya, terdengar dia sangat bahagia saat itu. Keasyikan ngobrol di angkot tak sadar aku telah sampai di Stasiun Cimindi, akhirnya aku matikan panggilanku dan memesan tiket lalu naik kereta.
Dalam kereta aku sangat senang karena aku akan bertemu Ibu, Bapak, Belia dan teman kelasku hingga perasaan bingung pun muncul ketika hujan deras turun dalam perjalan di kereta, aku bingung apa aku mampir dulu atau tidak ke rumah Belia, setelah lama berpikir aku pun menelepon dia dan memutuskan untuk tidak jadi mampir ke rumahnya, tentu saja dia marah dan menutup panggilan dariku. Aku tidak mengambil pusing masalah itu, aku menikmati saat-saat seperti ini, hujan, hangat, rame😊 sambil dalam lamunan, tak sadar bahwa sebentar lagi aku akan sampai di stasiun akhir, lalu aku bersiap-siap kemudian turun, di sana aku berpikir “mampir atau tidak ya?” tapi entah kenapa kakiku ingin berjalan saja dan tidak menghiraukan tukang ojek yang menawariku ojek. Akhirnya sambil berjalan kaki, pukul 18.00 WIB jarak 1 km, hujan gerimis, barang bawaan yang berat, sepatu bolong aku pergi menuju rumah Belia. Setelah sampai di depan rumahnya, kubuka pagar rumahnya kukira tidak akan ada yang tersadar eh nyatanya Ibunya Belia membuka pintu sambil berkata “Bel, ka dieu ieu Candra - Bel, ke sini ini Candra”. Yah aku gagal deh ngasih kejutan ke Belia, kataku dalam hati. “Cacan cenah moal ka dieu - Cacan katanya gak bakalan ke sini” . “Hehe iya nih, tepati janji lah, sekalian aku ikut Sholat deh” . “Oh heem atuh kadieu - oh iya ayo masuk Can”. Setelah itu aku masuk, bersalaman dengan ibu dan neneknya (kebetulan saat itu ada neneknya), langsung ke kamar mandi, wudhu dan sholat. Selesai itu aku langsung pamitan dan pulang pukul 19.30 WIB. Saat itu Belia mengantarku sampai jalan raya, kami mengobrol seru di sepanjang jalan, aku harap saat itu waktu agak lama, atau jalan makin panjang karena aku kangen banget sama dia. Setelah tiba di tepi jalan aku takut tidak ada Angkot, maklum di daerahku itu pukul 17.30 WIB saja, sudah susah atau malah mungkin sudah tidak ada angkot, awalnya mau naik ojek tapi tidak ada, aku tenang tidak panik hingga dia pun berbicara “kumaha mun euweuh siah? - gimana kalo gak ada lho?”. “haha mungkin jalan kaki” jawabku santai. Tak lama kemudian muncul lah angkot, dengan senang dan sekuat tenaga aku melambaikan tangan agar angkot berhenti, (duh saking senangnya). Akhirnya aku pamitan kepada Belia “sampai jumpa” kataku. “heem dah - iya dadah” balasnya. Angkot melaju dengan santainya, tidak ada siapa-siapa di dalamnya, aku ada di kursi belakang mana gelap lagi duh, di jalanan aku sambil melihat-lihat sekitar “ternyata daerahku kalau malam gelap ya, meski jalan raya sekalipun” gumamku. Kira-kira 10 menit berlalu aku pun sampai di depan gang rumahku, aku membayar ongkos dan berlari saking senangnya akan bertemu dengan ibu dan bapak. Ketika sampai di depan rumah, aku mengetuk pintu kaca rumah kami dan mengucap salam dengan suara beda, awalnya ibu tidak tahu itu aku, namun ketika dibuka beliau tahu itu aku dan beliau menangis bahagia. Aku pun bersalaman, memeluk ibuku dan itu pertama kalinya aku memeluk ibuku, aku masuk, tiduran di lantai seperti biasa, tentunya ganti baju dan memberikan oleh-oleh dulu sebelumnya, melakukan ini, itu, dan Isya pun tiba, bapakku datang dari mesjid, kami bersalaman dan mengobrol sebentar, karena aku besoknya harus pergi ke sekolah, pukul 20.45 pun aku sudah tertidur.
 Pagi pun tiba, aku ke sekolah untuk mendaftarkan UTS 5 ku, setibanya di sekolah aku bertemu dengan teman kelas, dia Aditiya (Aditiya Robi Iskandar) ah senangnya kami ngobrol ngaler ngidul, sambil melihat jadwal UTS 5 ku ternyata kebagian jam siang (pukul 10) . Setelah itu aku pulang bareng Aditiya kami pun ngobrol lagi hehe maklum lah kangen teman. Setelah sesampainya di depan gang jalan rumahku kami berpisah, dan “sampai jumpa nanti siang” kata dia. “heem makasih ya” jawabku, lalu aku pun kembali ke rumah. Pukul 09.15 aku berangkat lagi ke sekolah, sesampainya di sana aku bertemu dengan teman-teman kelasku, argh salah satu kebahagiaanku😆. Kami mengobrol, bercanda dan bersenang-senang. Hingga “teng..teng..teng..teng…. Teng..teng..teng..teng…..” Bel masuk tanda ujian pun berbunyi dan UTS 5 pun dimulai! Tapi sih anehnya saking senangnya kami bertemu lagi dengan teman kelas juga guru, UTS pun berisik hahah (jangan ditiru ya). UTS itu kami lakukan selama 4 hari. Di hari terakhir UTS (Kamis 06 Oktober 2016) aku pergi bareng Belia ke Pusat perbelanjaan di kota kami untuk beli ponsel buat aku hehe.. Kami berangkat pukul 14.00 dan pulang pukul 17.30 saking jauhnya, dan kami bisa dibilang sangat berani karena saat itu kami tidak memakai helm, padahal itu jalan kota hahah. Singkat cerita kami pulanh dan aku berterima kasih karena dia telah memberikan dukungan kepadaku, oh iya uang untuk membeli ponsel ini adalah uang hasil aku Prakerin kemarin (terima kasih Pembimbing dan para seniorku). Hari Jum’at sekolah tidak efektif bagi kelas XII, mungkin itu diberikan sebagai waktu istirahat untuk kami, karena Hari Sabtunya kami harus Sidang Prakerin. Mengecewakan, aku datang pukul 06.00 WIB, tapi malah dipanggil pukul 15.00 WIB, kan kesal, teman kelas yang dari huruf A sampai nomer 7 sudah selesai, sedangkan aku nomor 10 dan belum dimulai kesalnya, tapi enak sih, pulang sore heheh. Aku pun berfoto dengan ponsel baruku ini. Aku senang memilikinya karena dari dulu aku ingin punya android untuk bisa BBMan bareng teman kelas, dan ketika sudah ada aku sangat bersyukur karena salah satu hal yang sangat aku ingin lakukan dengan teman kelas telah terkabul hehe.


 ~~BERSAMBUNG~~ Bagaimana? Maaf karena banyak salah huruf, ceritanya membosankan, bahasanya juga ada yang formal dan informal. Tatabahasanya juga acak-acakan. Jadi mohon maaf ya. Alur cerita, penggunaan katanya juga masih sangat buruk. Mohon pendapatnya, silahkan dikomentar kalau berkenan.☺
Terimakasih dan Mohon maaf. Sampai jumpa kapan pun ya.

 SELANJUTNYA:
KAPAN? - Bagian 4
MASA LALU - Bagian 4

Sunday, 4 February 2018

KAPAN? - Bagian kedua

Judul: KAPAN? - Bagian 2
Penulis: CANDLA WIBAWA
Tanda: KAPAN? - Bagian 1

Hari UN hampir tiba, guru pembimbing saat Pelajaran BP/ BK bertanya, beliau berkata "Kalian mau ke SMA mana?". Kalau aku ke SMAN 3, itu juga SMA Favorit sekaligus satu-satunya SMAN tingkat kabupaten di daerahku. Tapi aku gagal masuk, karena Bapakku. Beliau telah mendaftarkan ku ke SMK SANTANA 1 atau 一番サンタナ男子学園高等学校 (dibaca: ichiban SANTANA danshi gakuen koutougakkou). Dari namanya saja sudah ketahuan kalau SANTANA adalah SMA Khusus Laki-laki. Jujur aku menangis, saat itu. Aku pikir ini aneh, saat SD aku tidak peduli mau sekolah dimana juga, tapi aku mendapatkan SMP Favorit kan? Nah sekarang aku merencanakan sematang mungkin malah sebaliknya? SMK ini reputasinya sangat buruk dimata orang luar, padahal tidak sedikit juga orang baik didalamnya. Itulah kenapa aku awalnya tidak mau masuk sekolah SANTANA ini, padahal kata temanku Belia, aku dipanggil saat pembagian kelas di SMAN 3 itu.
Masa penerimaan Siswa baru tahun ajaran 2014/2015 dimulai -aku lulus SMP tahun 2014 loh ya- seperti biasa MOPD, dan lainnya, pas MOPD ada Kakak kelas yang suka kepada ku, bukan dari SANTANA 1 ya, ini dari SMK SANTANA 2 atau 二番サンタナ女子学園高等学校 (dibaca: niban SANTANA joushi gakuen koutougakkou) yaitu SMA Khusus Perempuan. Ada dua orang yang suka padaku dan mereka berdua berteman haha. Mungkin suka karena aku baik, pendiam, tidak berisik, dan sopan (MUNGKIN YA!). Kami di tugaskan untuk berkenalan di kelas, pas perkenalan giliran aku, aku mulai memperkenalkan diriku, aku pakai jam tangan warna putih "perkenalkan nama saya, Candra Wibawa..." di sela-sela aku berkenalan, aku mendengar ada yang berbicara "cuco, banci" aku terkejut mendengar omongan itu, maksudku kenapa? Apa salahku? Aku sudah berusaha berjalan seperti biasanya, bersuara seperti laki-laki dan memamg suaraku seperti itu, bersikap tegap, apanya yang salah? Aku ingin tahu siapa yang berbicara seperti itu tadi, dan ternyata, saat perkenalan orang berikutnya tidak ku temukan suara siapa tadi. Aku sangat kesal dan kecewa kepada mereka, tapi terimakasih. -oh iya, setelah berhari-hari akupun terpikirkan tentang jam tangan yang ku pakai, "apa karena ini?" tanyaku didalam hati.-
Saat perkenalan juga ada orang yang ku suka saat itu, ini memang konyol dan bodoh Haha.
Saat kelas 10 aku jatuh cinta, dengan kakak kelas, ini adalah cinta pertamaku💙. Sekali lagi ini bukan kakak kelas SANTANA 1 ya. Sayang sekali kami pacaran hanya seminggu. Kata teman kelas "naha? Padahal maraneh mun tinu keluarga mah, keluarga idaman nyaho - Kenapa? Padahal kalau dalam rumah tangga, kalian itu keluarga idaman tau." ya, karena mungkin aku masih anak-anak mentalnya (usia 14 tahun, SMA?), aku juga masih merasa aneh kalau harus berpacaran, entah kenapa. Atau mungkin karena aku suka teman kelas?
Jarak waktu 3 bulan kami pacaran lagi, agak lama ini, mungkin 1 bulan atau 7 mingguan, kali ini jujur aku belum bisa membuat dia bahagia. Saat aku putus aku bilang "kamu silahkan dengan orang lain dulu, nanti setelah aku lulus, setelah aku bekerja, aku akan kembali kepadamu, semoga hati kamu masih tetap untukku." setelah bilang seperti itu, dia marah, dia menutup panggilan, saat aku panggil balik dia susah sekali, tapi pada saat diangkat, dia menangis, duh aku merasa bersalah, maafkan aku. Nama dia Pani Fitriyani, dulu panggilan romantisnya Faachan yaitu Fani Candra, sekaligus Fani Sayang kalau dalam bahasa Jepangnya, ditambah aku tidak tahu penulisan nama dia waktu itu, eh ternyata penulisan namanya Pani Fitriyani, sampai sekarang aku belum bisa pindah hati dari Pani.. Pani itu orang yang sempurna untukku, dia orang yang spesial, dia dewasa, dia yang membimbingku menjadi dewasa, aku bisa mejadi orang dewasa saat aku berada disampingnya, dia... Dia... Memberikan segalanya untukku, dia juga sudah kenal baik dengan ibuku, dan ibuku berharap kami adalah jodoh :') aku juga berharap begitu bu... Aku membuat ini sangat penting, karena dia adalah orang yang penting bagiku, bahkan sampai saat ini.., tapi aku rasa sekarang dia merasa terganggu akan kehadiranku, jadi aku memanggil dia dengan "kakak kelas" agar dia tidak menjauh lagi dariku. -Saat ini aku panggil dia PF.-
Kelas 10 itu ada juga hal yang menarik lainnya, pertama guru yang tidak suka kepadaku karena Fisikku, aku suka kepada teman kelas, guru galak, menyesalnya karena aku dulu sempat tidak niat sekolah di SMPN, aku masih tidak suka sekolah di SANTANA 2 saat itu, perginya teman kelas Muhammad Gunawan, dia pindah sekolah, menurutku padahal dia anak baik. Maaf ya aku selalu berbuat hal yang tidak baik kepada kamu Gun.
Tahun ajaran 2015/2016 dimulai, aku naik kelas ke 11 TKR 2, aku masuk organisasi OSIS, dan Pramuka, Kebetulan aku panitia MOPD waktu itu. Aku telah mempersiapkan ucapan perkenalanku kepada calon siswa baru, tapi hasilnya aku malah tidak menyampaikannya, duhh. Sebenarnya aku ingin jadi Panitia MOPD SANTANA 2, bukan karena anak perempuannya ya, tapi aku malu kalau harus di SANTANA 1 aku takut seperti perkenalanku saat pembagian kelas. Tapi hasilnya tetap saja aku di SANTANA 1. Saat MOPD, ada calon siswa yang ngomong kepada ku "A, abi resep ka aa - Bang, aku suka sama kamu" , "bumi aa dimana? - rumahnya dimana bang?", " Dasar sialan anak SANTANA 1 ini" kataku di dalam hati sambil kesal. Aku tidak menjawabnya, aku pura-pura tidak mendengarkannya. Tuh benarkan apa kataku, inilah kenapa aku tidak mau jadi Panitia di SANTANA 1, mereka pasti mengejekku, karena kakak kelas mereka tenyata adik mereka. Iya mereka kelahiran tahun 1999 sedangkan aku tahun 2000.
Masa MOPD telah selesai. Setelah beberapa bulan kemudian ada Pensi, saat Pensi juga ada yang bilang suka kepadaku (Pensi SANTANA 1 & 2 bekerja sama). Adik kelas saat MOPD pas ada kegiatan diluar sekolah, ini dari SANTANA 2 yah! Aku sempat membalas cintanya hanya saja, aku belum siap dewasa, jadi akhirnya kami tidak pacaran. Dan tanpa ku tahun dia telah pindah sekolah. Karena orang tuanya dipindah tugaskan.
Kelas 11 juga ada teman baru, dia murid pindahan. Dia tinggi, putih, ganteng juga duh masalah bagiku. Kukira kami tidak akan berteman tapi ternyata kami berteman baik, hehe. -biasanya aku kalau dengan Laki-laki ganteng susah berteman, mungkin karena aku merasa tersaingi oleh dia kali ya.- Ada juga yang bilang kalau aku tidak akan lulus sekolah ini, bahkan Ujian Kompetensi pun aku tidak akan lulus, ini teman kelas loh ya, yang ngomong. Yah, aku anggap saja sebagai daun kering yang jatuh tertiup angin yang hanya numpang lewat saja. Tapi aku malah mendramatiskan kondisi ini, aku jadi patah semangat, bahkan berniat pindah sekolah. "Bukannya aku tidak suka sekolah ini? Tapi kenapa aku masin bertahan?" kataku dalam hati waktu itu.
Tahun 2016/2017 aku naik kelas ke XII TKR 2, ya tetap bersama dari kelas 10. Hari pertama sekolah tahun ajaran 2016/2017 aku tidak sekolah, karena kami kelas 12 harus Praktek Kerja Industri atau Prakerin. Setelah Idul Fitri akupun pergi ke Cimahi, hari pertama Prakerin bengkel masih kosong, karena yang jadi pembimbingku dan para seniorku nantinya, belum pulang dari libur Idul Fitri. Mulailah hari ketiga aku masuk Prakerin. Aku takut, malu, perutku juga menjadi mules, hari pertama biasa-biasa saja, sebelimnya dikasih nasihat dulu oleh Pembimbing. Hari-hari selanjutnya beliau jadi agak beda kepadaku, dia seperti mengacuhkanku. Menurutki, apa yang salah? Aku memang tidak bisa, dan belum mengerti jadi wajarlah. Tapi setelah 2 minggu pengasingan tersebut, aku terkejut karena aku diberi uang, aku bersyukur sekali. Itu uang terbesar yang pernah aku miliki saat itu, dan beberapa hari kemudian, beliau mulai memperdulikan aku, menganggap aku ada, percaya kepadaku, dan mengijinkan aku bekerja disana setelah lukus sekolah. Bahkan pagi-pagi sebelum aku masuk aku dikerjai dulu oleh Pembimbing san para Seniorku. Itu karena aku menujukkan keseriusanku, aku mengingat setiap hal baru yang mereka berikan, yang mereka ajarkan kepadaku, hingga akhirnya Beliau menganggap aku. Setiap minggu aku diberi uang, alhamdulillah aku senag sekali, aku titipkan uangku kepada kakakku, selama 2 bulan terakhir, hubungan aku dengan mereka alhamdulillah baik-baik saja.
Tidak terasa tanggal 30 September 2016 pun telah tiba, itu adalah hari terakhir aku di bengkel, aku bercanda kepada salah satu seniorku "ayo a, cepat, biar cepat selesai, biar cepat mandi, biar cepat pu..? Lang hehe" ini kataku, langsung dia membalas candaan tersebut "a pelong si Sadut ges hayang buru-buru uih duh, Dut, Dut - A (pembimbing) lihat si Sadut dia sudah ingin cepat pulang saja, ini hari terakhirnya disini, duh Dut, Dut". " eh engga ko, engga, hanya bercanda hehe" kami bercanda dan Ibu, (Istri Pembimbing) dia pun mengikuti candaan kami hingga bertanya ini itu kepadaku. Malam pun tiba, ini akhirnya, pertemuan terakhir kami, beruntung di Bengkel sedang tidak ada tamu, jadi aku tidak canggung pamit kepada mereka, tapi aku sedih untuk pamit, meninggalkan mereka, aku hampir menitikkan air mata ketika ada Senior yanh bertanya kepadaku "ges ieu mah, Sadut moal kadieu-dieu deui atuh nya? - Setelah ini, Sadut tidak akan pernah kesini lagi dong ya?" aku tidak menjawab pertanyaan itu, karena terlalu sedih keadaan saat itu. Setelah Isya, aku pun pamit "terimakasih dan mohon maafkan Saya, karena Saya selalu merepotkan kalian semua". "Heeh, sami-sami, ati-atinya Dut. - iya sama-sama Dut, hati-hati ya." akupun bersalaman dan bergegas keluar hingga...

~~BERSAMBUNG~~

Bagaiamana? Maaf karena banyak salah huruf, ceritanya membosankan, bahasanya juga ada yang formal dan informal. Tatabahasanya juga acak-acakan. Jadi mohon maaf ya. Alur cerita, penggunaan katanya juga masih sangat buruk.
Mohon pendapatnya, silahkan dikomentar kalau berkenan.☺
Terimakasih dan Mohon maaf. Sampai jumpa kapan pun ya.

SELANJUTNYA:
KAPAN? - Bagian 3
MASA LALU - Bagian 3

Saturday, 3 February 2018

KAPAN? - Bagian Pertama

Judul: KAPAN? - Bagian 1
Penulis: CANDLA WIBAWA

KEHIDUPAN PERTAMAKU - Bagian 1 (tamat)

Suatu hari aku terlahir di dunia ini, tepatnya 18 Februari 2000. Aku mulai tahu bahwa aku hidup itu ketika aku mulai usia 3 tahun atau usia 4 tahun, mungkin usiaku 5 tahun. Hal yang aku ingat ketika itu adalah saat aku menangis , karena tidak mau masuk TK, aku iri karena teman ku sudah SD saat itu. Jadi saat usia ku 4 atau 5 tahun aku sudah masuk SD saat itu. Kelas 1 bersama dengan temanku, dan itu yang membuat ku paling muda di kelas, saat itu. Syukurlah saat SD aku dapat berusaha mengejar pelajaran. Guru kami saat SD terkenal galak, tapi berkat beliau, aku bisa membaca, menulis, bercerita, berhitung, dan lain-lain. Prestasiku saat SD, kelas 1 Peringkat 3 di kelas, kelas 2 sampai kelas 6 aku selalu Peringkat 2, syukurlah karena selama 5 tahun tersebut tidak ada yang merebut posisi ku hehe.
Masa SD itu penuh kegiatan, pagi kami Sekolah sampai pukul 12.00 dilanjut dengan 'sakolagama' kalau di bahasa Sunda, mulai pukul 13.00/14.00 sampai pukul 16.00/17.00. Sakolagama itu sekolah yang mendidik kita dalam hal Agama. Setelah itu kami pulang sambil main di jalan, berlarian, bahkan main 'Ucing nyumput' (Petak Umpet) sebelum Maghrib tiba. Pukul 18.00 kami pulang, mandi, berangkat ke Mesjid, kami belajar Mengaji. Sampai pukul 19.00/ 19.30. Begitulah setiap harinya, hari-hari yang sangat menyenangkan ketika kami kecil dulu. Masa kecil kami main 'Gatrik' aku tidak tahu bahasa Indonesianya hehe, 'Sondah' ituloh yang lempar batu terus loncat-loncat, 'Aasinan', 'Golip Segar', 'Kum', bahkan kalau musim hujan tiba dan air sedang banyak, di Selokan kami bermain air, ya, dulu air Selokan sangat jernih.

MASA LALU - Bagian 1

Ya, masa SD juga masa lalu, tapi ku mulai ceritanya dari sini saja.
Waktu berlalu sangat cepat 'kan? Kami lulus SD saat tahun 2011. Saat itu, penerimaan Siswa baru di SMP, guru aku bertanya "Kamu mau masuk SMP mana? Negeri saja ya, itu SMP Favorit loh." kata beliau. Ya, SMP Negeri memang Favorit, kenapa disebut 'Negeri' karena satu-satunya SMP bertaraf Negeri, dan juga langkanya sekolah SMP saat itu di daerah kami. Aku bingung, tidak tahu haris bagaimana, ya wajar sajalah, aku orang kampung jadi belum tahu SMP Negeri itu. Ya.. Itu aku serahkan daja kepada beliau, karena aku 'kan tidal tahu apa-apa. Setelah beberapa minggu atau mungkin bulan, aku mendapat kabar bahwa aku lulus masuk SMPN 1 itu. Aku sangat bersyukur, tapi biasa saja sih, maksudku kalau waktu dulu, "ah, sekolah ini, sama saja 'kan?" dasar anak kecil. Yah, waktu teris berjalan, upacara/ acara penerimaan siswa baru, kami mengikuti kegiatan MOS atau kalau sekarang MOPD. Setelah selesai lanjut ke pengumuman pembahian kelas. Aku deg-degan, takutnya tidak terpanggil, karena saking banyaknya siswa, aku duduk di kelas 7A waktu itu, jadi syukurlah aku tidak perlu menunggu lama, Haha.
Hari sekolah efektif pun tiba, saya dapat Sahabat, Teman, dan Teman kelas waktu itu. Meski sekarang kami tidak akrab lagi. Ada seseorang yang ku suka. Pertanyaannya Laki-laki atau Perempuan? Haha.
Yah, sekolah terus berlanjut seperti biasanya, aku naik angkot ke sekolah, tapi kadang juga jalan kaki karena tidak punya ongkos Bapak dan Mamah ku itu. Bayangkan anak 11 tahun, pukul 05.30 jalan kaki di tepi jalan raya yang langitnya masih agak gelap, di tambah jaraknya 3Km hanya untuk bersekolah. Aku takut waktu itu, tapi kalau sudah terbiasa jadi agak berkurang takutnya, jadi tidak apa-apa sih, apalagi dari jarak 1Km ke sekolah sudah mulai ada siswa sekolah lain yang berangkat sekolah. Hanya dari awalnya saja sih, kari 100% hanya aku anak yang jalan kaki. Agak menyenangkan ah.
Tahun berikutnya, 2012/2013 aku naik kelas 8, perpecahan terjadi. Aku kelas 8C ada yang ke kelas A, B, C, E, G, H, I. Dengan perpecahan tersebut akhirnya kami sekelas (7A yang dulu) tidak begitu akrab. Entah kenapalah intinya kami tidak akrab lagi.
Kelas 9, akhirnya kami kembali bersatu, kelas 7A, menjadi 9A. Kami bersama dan akrab lagi meski rada malu-malu. Adanya Perubahan karena banyaknya Siswa baru yang masuk pada tahun ajaran 2013/2014 itu, jadi ada siswa tambahan di kelas kami, mungkin 2 atau 3 orang baru. Ya, kami berusaha berteman, hanya saja mereka tidak begitu hangat seperti Alumni 7A lainnya. Wajar, mungkin karena mereka orang baru.
Banyak sekali pengalaman seru saat SMP, saat kelas 7, aku bertemu seseorang yang sangat buruk sekali, tanpa apapun kami pun bertengkar dan bermusuhan, kelas 8 orangnya beda-beda, tidak menarik sih, jujur deh. Meski ada orang baik juga, juga pas kelas 8 ini ada 2 Perempuan atau mungkin 3 yang suka kepada ku, yang satu E, aku suka dia, yang satu Y, agak tidak suka dia, soalnya dia itu judes, galak gitu. R dia suka karena ada maunya, dia bisa nyontek kepada ku, ah dasar. Kelas 9 kami bertemu kembali (akibat dari ini, aku dan teman kelas 8 kemarin tidak akrab lagi, parahnya ada yang lupa sama aku, pura-pura tidak ingat, aku pun melupakan mereka akhirnya), aku masih melanjutkan bermusuhan dengan orang yang sifatnya paling buruk sekali. Dengan berjalannya waktu, saat kelas 9 kami pun berteman, kami punya hal yang disukai sama, yang membuat kami terus bersama, semakin akrab. Dia itu Perempuan aneh, selalu bikin kesal, dan sifat buruk lainnya yang dia miliki. Namanya Nurul Sifa Khoerunisa -Aku tidak tahu betul bagaimana penulisan namanya. Terakhir dia bilang penulisannya Nurul Sifa Khaerunnisa-, Saking dekatnya aku selalu memukul kepalanya, mencoret bukunya tanpa sepengetahuannya, dan hal jahil lainnya.
SMP itu banyak hal yang terjadi juga banyak hal baru yang dengan beraninya ku pelajari. Pertama Karate saat kelas 7, Drum Band Sekolah saat kelas 8, Belajar Bahasa Jepang, Korea saat kelas 9, menjadi anggota keluarga orang kaya saat kelas 9, pemberitaan rumah ku disita saat kelas 9 karena kesalahan kakakku, yang akibat ini aku tahu bahwa teman sebangkuku, Riska Sri Wulandari dia itu teman atau mungkin sahabat terbaikku, soalnya hanya dia yang mendengarkan ceritaku waktu itu. Terima kasih Kaka. Menangis di hadapan Guru karena keadaan ekonomi keluarga, menari JKT48 - Yang Mencita Kue Keberuntungan dengan Belia Desyana Nursesa, kenal JKT48 saat kelas 7, bikin telur asin, menari JKT48 - RIVER di kelas dengan Khairunnissa dan Nurul Sifa Khoerunnisa. Meski banyak yang ngejek sih, haha. Waktu itu sedang bersih-bersih kelas, karena ada pengambilan kartu UN.
Hari UN hampir tiba, guru pembimbing saat Pelajaran BP/ BK bertanya, beliau berkata "Kalian mau ke SMA mana?". Kalau aku ke SMAN 3, itu juga SMA Favorit sekaligus satu-satunya SMAN tingkat kabupaten di daerahku. Tapi aku gagal masuk, karena Bapakku. Beliau...

~~BERSAMBUNG~~

Bagaiamana? Maaf karena banyak salah huruf, ceritanya membosankan, bahasanya juga ada yang formal dan informal. Tatabahasanya juga acak-acakan. Jadi mohon maaf ya. Alur cerita, penggunaan katanya juga masih sangat buruk.
Mohon pendapatnya, silahkan dikomentar kalau berkenan.☺
Terimakasih dan Mohon maaf. Sampai jumpa 04 Februari 2018.

SELANJUTNYA:
KAPAN? - Bagian 2
MASA LALU - Bagian 2

Friday, 3 March 2017

Sahabat

 Siiiiishhh... Hembusan angin membawa dedaunan yang pergi meninggalkan dahannya. Mentari sore itu sangat Indah, cahayanya membuat langit bagaikan dihiasi layar warna Oranye. Hewan-hewan terbang sedang melintas dibawahnya untuk segera pulang ke rumahnya setelah mereka merasa cukup untuk petualangan hari ini. Semuanya begitu indah saat ku lihat dari kaca jendela ruang kelas lantai 3 sekolah kami. Sekolah kami cukup bagus, berdiri di daerah Jakarta Selatan dengan luas 800m², tiap tingkat ada 18 kelas, seluruhnya ada 54 kelas dan 4 tingkat. Tergolong sekolah modern tapi kami tak melupakan ciri khas anak-anak SMA Indonesia pada umunya, yaitu seragam Putih Abu-nya. Di sekolah kami ada Tamannya, kantin sudah pasti, dan juga fasilitas sekolah lainnya seperti pada umumnya. Nama sekolah kami SMU Bhinneka Tunggal Ika. Aku sekarang semester 2, kelas 10 N2.

 "Teng..teng..teng..teng..🎵Teng..teng..teng..teng..🎶"
"Baiklah semuanya, hari ini cukup sampai disini, PR!, jangan lupa kerjakan ya!" kata guru Bahasa kami, Pak Rudi namanya. Beliau sekaligus walikelas kami.
"Baik" jawab kami hampir bersamaan.
"Ciee yang mau pulang sambil JKTan😕" kata teman sebangku ku. Bagas Wijaya Namanya. Dia teman ku sejak kecil, kami satu TK, SD, SMP kelas 1-2 kami berpisah karena dia pindah ke Bandung, dan kelas 3 sampai sekarang dia ke Jakarta lagi, dan kami pun satu SMA.
"Apaan si lu" jawabku, sambil aku beres-beres untuk pulang dan keluarnya teman-teman kelas ku.
"Eh Ryan, elu belum ada seseorang yang lu suka gitu, mumpung masih kelas 10, kalo pacaran jadi agak lama gitu" tanya Bagas sambil kami melewati gerbang pertama sekolah, sejujurnya aku agak ngga ngerti apa yang dia ucapkan, dia agak belepotan struktur bahasa Indonesianya😄.
"Ngga, gua males pacaran...." belum aku melanjutkan perkataan ku, dia memotongnya dan berkata "eh Ryan, 'tuh si Mantha kelas 10 N1, kayanya suka sama lu deh" kata dia, aku agak kesal sih. "ish apaan si, gua bukannya apa-apa ya tapi.. Cewek tuh... M... Gimana ya.. Kaya..." , "apa! Lu itu, kayanya ngga ada minat sama cewek ya?" potong dia sambil menuduh dengan memicingkan matanya.
"Iya gua suka sama cowok, yang ganteng, cool, keren, pokoknya...argh!" jawab ku kesal.
"Haha sialan lu, lu suka gua dong ya?" tanya dia sambil sebelumnya memukul kepala ku, dan berlari. Karena aku kesal aku pun mengejarnya tanpa sadar kami telah melewati halaman dan gerbang kedua sekola kami. Agak lumayan jauh kami berlari.
"Hhh.. Gua duluan ya Ryan!" serunya terengah-engah sambil menunjuk ke arah halaman rumahnya.
"Okeh" jawabku, terengah sambil memberikan jempol tanda setuju. Dia pun berlaru "Lu ga mau mampir dulu?" tanyanya ketika berada ditengah halaman. "Makasih, kapankapan aja" kataku yang masih terengah sambil melambaikan tangan tanda penolakan. Rumah kami berjarak 30meteran, dan samasama menghadap ke arah Jalan/trotoar. Aku menghentikan lariku karena Bagas telah sampai rumahnya *apa hubungannya :v
 Akupun melanjutkan dengan berjalan kaki, dengan mendengarkan musik JKT yang kata Bagas tadi *hehe* dan menikmati hembusan angin serta mentari sore. Sedang asyiknya menikmati hal itu, tibatiba aku melihat seorang gadis, dia Cantik alami, tapi sepertinya dia agak pemalu. Ketika aku terus memperhatikannya, "Bugh!" akupun terjatuh, tersandung batu di Trotoar, "aduuhhh.. sialan, malu aku.." gumamku, aku pikir dia melihat ku dan akan melakukan sesuatu, tapi dia malah hilang begitu saja. Ya udah sih, pikirku, karena aku sudah berada di jalan depan rumah, aku tak memikirkan gadis tadi.
 Sesampainya di rumah, istirahat sebentar, ganti baju, madi dulu sih😅, main gitar, nonton tv, main di luar. Kadang ke rumah Bagas. Ayah, Ibu, mereka bekerja, pulangnya sekitar pukul 19.00. Waktu lumayan cepat berlalu, hingga ketika aku sedang belajar ku dengar suara mobil Ayah, malam ini cuacunya Cerah.
"Andra" panggil Ibu, akupun menghampiri mereka dan bersalaman.
"Kalian kelihatannya lelah, selamat beristirahat ya" sambutku sambil nemberikan senyuman untuk mereka.
"Hehe, Iya, kamu jangan terlalu malam ya." perintah Ayah.
"Oke Yah"
 Sambil mereka menaiki tangga, mereka mengobrolkan pekerjaan tadi dan tentu saja aku tak memperdulikannya. Karena aku sudah agak males, ya aku pun duduk nonton tv. Pukul 20.30. Tik..tok..tik..tok.. Suara detik jam terdengar seraya aku menguap, bisa dibayangkan betapa sepinya rumah ini. Karena ku kira aku mengantuk akupun bergegas untuk tidur.
 Crrrssssshhhhhhh... Suara air hujan itu membangunkan ku, ketika ku lihat waktu masih pukul 04.15, akupun ke kamar mandi dan Wudhu, bersiap untuk Sholat Shubuh. Setelah Sholat kadang aku tidur balik atau nonton tv dan bersiap untuk pergi ke sekolah.
 Suara burung berkicau, udara sejuk di pagi ini, jalanan basah tapi matahari telah memancarkan cahayanya sehingga memantulkan seberkas cahaya yang indah ketika mengenai genangan air itu. Itu membuat ku semangat sekolah, aku berangkat pukul 06.15 meskipun sekolah jaraknya dekat, tapi aku ngajak dulu Bagas, dia itu 'Kang Tidur' sama kaya aku sih *hihehe* susah bangun, dan pasti lama buat siapsiap sekolah, agak lama sih nunggu tapi itu sudah biasa😌😚🎶
 Ketika sesang berjalan lewat jalan ini, aku jadi ingat gadis yang kemarin, "dia siapa ya" tanyaku dalam hati. Ketika sedang asyik melamun, aku dikejutkan suara seseorang dari belakang.
 "Hoi..hoi.." suara itu terdengar agak seperti manusia biasa sih, ah.. Mungkin itu halusinasi ku saja, tenang ku dalam hati. "Hoi..hoi" kemudian terdengar lagi, "hoi..hoi" lagi, dan lagi. Aku sih ngga mersa takut, tapi aku 'Kang Penasaran' jadi aku coba melihat kebelakang tapi anehnya tidak ada siapasiapa. Yah, karena aku tak peduli aku lanjut jalan, dan ketika aku akan melangkah, langkah kakiku menjadi berat, separti ada yang memegang dan menarik, sejenak aku berpikir dalam otakku "apakah ini? Anjing? Ohh tidakk!!" sambil aku memberanikan diri untuk melihat kebawah, tapi entah kenapa tivatiba aku jadi ingat cerita tentang anjing gila dijalan ini yang diceritakan oleh Bagas bahwa kalo bertemu anjing itu kita akan mendapat kesialan berlipat, ya ampun aku jadi merasa takut, aku pun berdo'a semoga ini bukan hal itu.. Aku bersiap dengan mata tertutup, melihat kebawah sambil mata tertutup dan "GRAORRRRRRR" Suara itu, geraman itu, Ya Tuhan, aku mohon semoga ini bukan anjing itu, sejenak aku berdoa dalam hati, tapi kalua dipikirpikir sih tadi kan suara manusia, ko jadi Anjing ya? Apakah ini perwujudan dari... Kemvali lagi aku berpikir dalam otakku. Hingga akhirnya aku memberanikan diri dan "GUKK!!!" Ya ampun, ternyata itu adalah Bagas!, sialan aku dikerjainya😡. "Hahahahahh" dia tertawa begitu kerasnya "seorang anak 16 tahun kelas 10 SMA ini takut kepada anjing hahahah" samvungnya sambil masih tertawa. -sebenarnya ini ngga lucu sih tapi asudahlah aku bukan ahli dalam hal lawak- "Itu tak lucu Gas!" ejekku, dia tak suka dibilang Gas hahah sejenak aku tertawa memikirkan hal ini. "Lagian kamu tumben udah keluar jam segini, biasanya masih meluk kesayangan, hehehh" ledekku, sambil kami berjalan menuju sekolah. "Aku gak akan selamanya gitu bego" ledek Bagas. "Bagus deh, bagus, Bagas, Bages, Bagos" ledekku kembali, kami terlibat perbincangan lumayan seru, sayangnya aku lupa menceritakan Gadis kemarin.
 Teng🎵
"Anakanak, hari ini kita ada murid baru, dia pindahan dari Bandung." berhenti sejenak "Ayo masuk" suruh pak Rudi. Sambil dia masuk, kami melihat guru bahasa sekaligus wali kelas kami menuliskan namanya, terbaca oleh ku "Ryn Adelia Putri". "Wow.." gumamku, aku terkejut setelah melihat gadis itu, ternyata ia adalah...

~Bersambung~

Seperti yang ku katakan di percobaan kemarin, ini adalah kali pertama aku membuat Blog, dan serius membuat cerita, mohon kunjungan dan koreksinya, tujuan membuat Blog ini hanya ingin berlatih bersama saja, mohon naafkan bila ada kesalahan atau ketidak nyambungan isi ceritanya. Terimakasih banyak😄

-Candra Wibawa-
Facebook: Candla Wibawa
Twitter: @candlawib
Instagram: candlawibawa
Terimakasih: Wanda Sera, Dede Mamay
Didedikasikan untuk janji kepada Yui😌